Perempuan muda itu masih tak sadarkan diri setelah beberapa puluh detik tiga tubuh merah mungil berhasil dikeluarkan dari tubuhnya. Tiga tubuh mungil yang masing-masing kepalanya berambut halus. Tiga tubuh mungil yang menggeliat-liat. Tiba tubuh mungil yang menangis. Tiga tubuh munggil yang meraj dan begitu kecil. Terus menangis, terus menggeliat-geliat. Dokter-dokter ahli bedah kandungan makin…
Seperti pohon dipojok kita masih satu, lantas kita berpisah dicabang. Ada yang ke kiri ada yang ke kanan, ada yang terus ke atas, ada yang kedepan, ada yang kebelakang. Atau bilapun masih satu di cabang, kita nanti akan berpisah juga di ranting. Ke atas, ke kiri, ke kanan, ke depan, ke belakang... Saat kita kecil dulu, kita masih satu, masih anak kecil. Lantas sedikit demi sedikit waktu kita bi…
Hujan yang derasnya baru sedikit mereda. Bumi basah. Malam basah. Digigiti dingin, sekaligus dingin itulah yang menyelimuti. Tiga abaj kembar telah terlelap di kamar masing-masing. Lelap oleh mimpi belai rindu sang ibu. Mata terpejam rapat. Tiga wajah yang bening. Ada lukisan tanpa kanvas tanpa kuas tanpa cat, Lukisan di sebentang mimpi terpulasi oleh mimpi dan diwarnai oleh mimpi. Ada mata ter…