Buku ini merupakan kumpulan esai yang membahas isu-isu sosial, politik, dan budaya di Indonesia, dengan fokus pada pengalaman "orang-orang pinggiran", buku ini juga menyoroti ironi kehidupan masyarakat, di mana rakyat kecil sering kali merasa terasing di tanah air mereka sendiri, bagaikan "gelandangan di kampung sendiri"
Kumpulan renungan ini - betapapun oleh penulisnya disebut sebagai sketsa-sketsa kecil, yang mungkin parsial dan "kagetan" - adalah wujud upaya untuk, paling tidak, mementaskan "masalah-masalah nasional" bangsa ini. Surat-surat "liar" yang resminya ditujukan kepada adik sekaligus gurunya, pada gilirannya diupayakan juga sebagai otokritik sang penulis - bahkan, sebenarnya, kita semua - yang lahir…