Buku ini berisi cerita Si Kabayan yang dikenal sebagai sosok pemalsa dan serin mmebuat jengkel orang-orang di sekitarnya, seperti bapak-ibu mertunya dan isterinya.
Bayi yang lahir sangat mulus. Tak ada darah atau air yang keluar bersamanya. Bahkan pusarnya pun tdak ada. Sungguh tak ada tanda-tanda bahwa bayi itu menemui maut. Ketika sudah tujuh hari usianya si bayi berteriak menembus langit meminta nama
Kisah Mundiglaya Di Kusumah berassal dari cerita pantun Sunda. Mengisahkan lakon seorang ibu (Nyi Padmawati) dan Pajajaran, Prabu Siliwangi, yang selalu mendapat hinaan dan bahkan fitnah dan hukuman.
Terlepas dari mata keris Tumenggung,Roro Mendut rubuh diatas tubuh kekasihnya dan terus dipeluknya. Ratapannya makin lemah dan lemah jua
Cerita sangkuriang sangat terknal dan menjadi legenda yang tidak terpisahkan dengan masyarakat sunda ,pada zaman dahlu cerita tersebut dianggap menjadi asal muasal kota bandung dan gunung tanhkuban perahu