Buku ini berisi cerita Si Kabayan yang dikenal sebagai sosok pemalsa dan serin mmebuat jengkel orang-orang di sekitarnya, seperti bapak-ibu mertunya dan isterinya.
Buku yg anda pegang ini membahas sejumlah hal yg kurang disadari tetapi justru menganggu dalam pergaulan ,dalam kehidupan bersama
Buku ini berisi 39 dongeng yang menarik untuk dibaca,mulai dari angsa putih yang cantik hingga kisah tiga orang saudagar
Buku ini sangat berguna tida saja bagi peniliti kebudayaan dan bahasa khususnya dan penelitian bidang ilmu-ilmu sosial,umumnya,tetapi juga bagi para pengampbil keputusan dalam dunia usaha dan bidang pemerintahan yang harus memperhitungkan kebudayaan setempat agar kebijaksanaan yang mereka ambil dalam bidang masing-masing tidak merugikan kepentingan penduduk setempat
Bayi yang lahir sangat mulus. Tak ada darah atau air yang keluar bersamanya. Bahkan pusarnya pun tdak ada. Sungguh tak ada tanda-tanda bahwa bayi itu menemui maut. Ketika sudah tujuh hari usianya si bayi berteriak menembus langit meminta nama
Ciung Wanara dan Nyi Pohci tidak membalas dendam : ia menyerahkan sepenuhnya kepada aparat hukum untuk mengadili pra tersangka yang terlibat makar dan fitnah keji terhadapnya. Cerita rakyat ini penuh dengan keteladanan
Didalam buku ini terdapat dari berbagai daerah diwilayah nusantara demikian pembaca dapat menikmati
Kisah Mundiglaya Di Kusumah berassal dari cerita pantun Sunda. Mengisahkan lakon seorang ibu (Nyi Padmawati) dan Pajajaran, Prabu Siliwangi, yang selalu mendapat hinaan dan bahkan fitnah dan hukuman.
Cerita Nyi Mas Purba Sari Ayu Wang (Lutung Kasarung) ini mengetengahkan kisah pertarunganantara Kebenaran melawan keadilan dan keserakahan. Dalam cerita ini juga hendak memberikan gambaran bahwa tidak setidap anak bungsu selalu lekat dengan sifata manja dan mau menang sendiri
Terlepas dari mata keris Tumenggung,Roro Mendut rubuh diatas tubuh kekasihnya dan terus dipeluknya. Ratapannya makin lemah dan lemah jua