"Dengan kematangan imajinasi dan kelincahan menggelitik, buku Selamat, Natal ini berhasil mengajak pembaca menghubungkan makna peristiwa dua ribu tahun yang lalu dengan kita yang hidup di zaman ini dan di tempat
Berna bakkanlah suatu rutinitas, melainkan berdoa merupakan gaya hidup orang percaya. Oleh karena itu, sejak usia dini anak-anak sudah dibiasakan untuk berdoa. Buku 944 Doa untuk Anak-Anak dapat menolong Anda memperkenalkan dan mengajarkan berdoa kepada anak. Dalam buku ini terdapat doa-doa tentang kehidupan sehari-hari, dan doa yang tertulis dari Alkitab. Setiap doa yang terdapat di dalamnya, …
Renungan Satu Tahun untuk Remaja Putri mempunyai setahun penuh cerita yang akan disukai oleh teristimewa gadis-gadis kecil. Setiap cerita mengilustrasikan pembacaan Kitab Suci untuk hari itu, dan masing-masing diikuti bagian "Bagaimana dengan kamu?" Bagian ini mengacu agar para gadis menerapkan cerita itu dalam kehidupan mereka. Ada juga ayat hafalan untuk setiap hari, sering diambil dari pemba…
Identitas kita banyak: nama, gender, profesi, dan lainnya. Itu jati diri yang kita akui. Tiap hari kita menyatakan akunya diri kita. Kita mengakukan dan mengakui identitas kita.
Mengaku percaya kepada Kristus tidak bisa terjadi seorang diri, tetapi di dalam konunitas orang percaya, yaitu gereja. Menjadi Kristen selalu berarti menghisabkan diri sebagai anggota suatu gereja, meskipun gereja apa pun tidak luput dari kesalahan dan bisa saja mengecewakan kita.
Kita berbeda: beda jenis kelamin, beda talenta, beda budaya, beda gereja, beda agama, dan beda rupa-rupa. Karunia memang berbeda beda sehingga hidup ini menjadi majemuk. Buku Seri Selamat ke 19 ini memperkenalkan konsep alkitabiah tentang kharismata dan pluralisme, dengan gaya khas yang membuat kita tersenyum dan tertawa, tetapi juga terharu dan termenung.
Kita bekerja dari pagi sampai senja sebagai karyawan, ibu rumah tangga, atau apa pun. Dunia kerja keras dan kejam: eksploitasi dan frustrasi, duri dan dengki, ambisi dan arogansi. Akan tetapi, dunia kerja pun bisa indah: visi dan aktualisasi diri, dedikasi dan intimasi, segelas kopi dan sepiring nasi.
Menjadi orang yang berguna dan berbuah adalah tujuan hidup tiap orang. Oleh sebab itu, Kristus mengibaratkan kita sebagai pohon buah lalu menu gaskan kita untuk berbuah.
Ibarat perjalanan, iman bukanlah tiba di tujuan, melainkan berada di tengah jalan. Iman masih perlu kita gumuli. Tidak ada iman yang sudah jadi karena iman selalu masih berada dalam proses menjadi.
Bercinta sering diartikan sebagai hubungan seks, padahal cinta adalah menaruh kasih sayang. Cinta tidak identik dengan hubungan seks sebab dalam hubungan cinta yang menyatu bukan hanya dua tubuh, melainkan juga dua hati, dua pikiran, dua pribadi, yaitu dua manusia seutuhnya.